BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Studi banding
adalah salah satu cara efektif dalam rangka menambah pengetahuan untuk calon
guru dengan belajar dari SD yang maju, dan lebih berpengalaman. SD Muhammadiyah
Sapen Yogyakarta adalah salah satu sekolah unggulan dan sudah menjadi rujukan
bagi sekolah-sekolah lain dalam melakukan studi banding. SD tersebut sangat terkenal dengan kesuksesan siswa-siswinya yang
sering mengikuti berbagai kegiatan perlombaan dan keluar sebagai juara baik
yang berskala nasional maupun internasional. SD Muhammadiyah Sapen yang awalnya
dicap sebagai sekolah terjelek di Yogyakarta kini telah bertransformasi menjadi
sekolah yang unggul baik dibidang akademik maupun non-akademik. Hal ini yang
menyebabkan rombongan mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam Ciamis
melakukan kunjungan sekaligus penelitian bagaimana SD Muhammadiyah Sapen
Yogyakarta bisa mendulang kesuksesan dan diakui sebagai salah satu SD terbaik
di Yogyakarta khususnya.
Dan dalam laporan ini akan dibahas mengenai bagaimana SD Muhammadiyah
Sapen dapat menjadi sekolah yang terkemuka dan bagaimana pengelolaannya.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Dulu Dan Sekarang?
2.
Apa Yang menyebabkan SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Berubah
Menjadi Salah Satu SD Terkemuka Di Yogyakarta?
BAB
II
HASIL
OBSERVASI
A. SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Dulu Dan Sekarang
Pada saat kami tiba disana, kami diajak terlebih dahulu untuk
berkeliling melihat bagaimana isi SD Muhammadiyah Sapen, kami dipandu oleh
salah seorang dewan guru dan menjelaskan bagaimana sarana prasarana yang terdapat disana. Setelah kami
diajak berkeliling, kami diberikan semacam ruang diskusi yang dipandu oleh
kepala sekolahnya sendiri, dan beliau menceritakan bagaimana SD Muhammadiyah
Sapen Yogyakarta dulu dan sekarang.
SD Muhammadiyah Sapen berdiri pada tanggal 1 Agustus 1967. Tidak
seperti sekolah-sekolah swasta sekarang yang didirikan dengan modal besar oleh
pemilik atau yayasannya. SD Muhammadiyah Sapen didirikan atas dasar keikhlasan,
niat, dan semangat oleh para pendirinya. Adapun tokoh yang memprakarsai
berdirinya SD ini adalah H. Sutrisno, Drs. Marsum, M.M., Sumarno, Djazari
Hisyam, S.H., Drs. Kirmadji, dan tokoh sekitar kampung Sapen yang peduli dengan
pendidikan.
Proses berdirinya SD Muhammadiyah Sapen sempat ditanggapi pesimis oleh warga sekitar. Perasaan pesimis itu muncul karena saat itu sama sekali tidak ada dana untuk membangun gedung dan biaya operasional sekolah sehingga SD Muhammadiyah Sapen hanya menempati musola kemudian berpindah ke sebuah balai yang sebenarnya tidak layak untuk dijadikan tempat belajar.
Proses berdirinya SD Muhammadiyah Sapen sempat ditanggapi pesimis oleh warga sekitar. Perasaan pesimis itu muncul karena saat itu sama sekali tidak ada dana untuk membangun gedung dan biaya operasional sekolah sehingga SD Muhammadiyah Sapen hanya menempati musola kemudian berpindah ke sebuah balai yang sebenarnya tidak layak untuk dijadikan tempat belajar.
Melihat kondisi semacam itu Sumarno, salah seorang pemrakarsa
berdirinya SD Muhammadiyah Sapen, merasa terpanggil untuk mewakafkan tanahnya
seluas 1000 m. Pembangunan gedung pun dimulai pada tahun 1971 dengan
terbentuknya panitia pembangunan yang diketuai oleh Prof. Dr. H.A. Mukti Ali,
MA. Pembangunan ini berlanjut dengan adanya bantuan dari Prof.Dr. Amin Rais
berupa tanah seluas 400 m2. kemudian disusul sumbangan dari Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan saat itu yaitu Prof Dr. Wardiman Joyonegoro sehingga terwujudlah
bangunan gedung lama. Pada tahun 2000 SD Muhammadiyah Sapen berhasil
membebaskan tanah seluas 1800 m2 dan dibangun gedung hingga berwujud seperti
sekarang
Bersamaan dengan proses pembangunan tersebut, SD Muhammadiyah Sapen
mulai melakukan pembenahan. Sedikit demi sedikit mencoba untuk memperbaiki dan
mencari cara untuk menjadi sekolah yang berkualitas. Dengan kerja keras yang
dilakukan akhirnya SD Muhammadiyah Sapen mulai mendapat kepercayaan dari
masyarakat. Dan mulai tahun ajaran 1991/1992 SD Muhammadiyah Sapen selalu
meraih NEM tertingi di Yogyakarta bahkan tingkat nasional. Dan prestasi
Akademis maupun Non-akademis pun berhasil diraih oleh SD Muhammadiyah Sapen
baik tingkat nasional maupun internasional.
SD Muhammadiyah Sapen mulai dikenal, tidak hanya di wilayah
Yogyakarta, tetapi juga Indonesia. Dari siswa yang dahulu hanya berjumlah 5
orang kini seiring dengan peningkatan kualitas dan kepercayaan masyarakat
jumlah seluruh siswa telah mencapai 2400 siswa.
B. SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Berubah Menjadi Salah Satu SD
Terkemuka Di Yogyakarta
Kesuksesan SD Muhammadiyah Sapen berdasarkan dari hasil diskusi
kami disebabkan oleh 4 faktor utama yaitu guru yang profesional, pengelolaan
kelas, penanaman karakter sedini mungkin, dan penyaluran minat dan bakat.
Peran guru didalam kelas yang tidak lain sebagai manajer dalam
pembelajaran sangatlah penting, selain tuntutan seorang guru bagaimana dalam
memberikan atau mengelola pembelajaran seorang guru juga harus mampu mengelola
kelas yaitu mampu memberikan suasana belajar disekolah dengan mempertahankan
atau menciptakan kondisi belajar yang optimal untuk tercapainya tujuan
pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung disekolah, dikelas dari pendidik
untuk anak didiknya. Pengelolaan kelas menurut Martinis yamin dan Maisah (2009
: 34) merupakan ketrampilan atau upaya guru untuk menciptakan iklim
pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.
Selain itu peristiwa atau pengelolaan kelas yang dilakukan pada waktu awal-awal
sekolah nantinya akan banyak berpengaruh pada pengelolaan kelas tingkat-tingkat
berikutnya (Suharsimi Arikunto (1993: 193). Dalam hal ini guru berperan penting
untuk membentuk karakter siswa sehingga untuk pengelolaan kelas selanjutnya
siswa akan mudah menyesuaikan dengan mengembangkan nilai dan karakter yang
telah dibentuk sebelumnya.
Dan dewasa ini tentu masih banyak kemampuan guru dalam mengelola
kelas yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa, guru yang hanya sekedar
menjalankan tugas mengajarnya. Padahal seorang guru yang baik tentu saja tidak
seharusnya sekedar menjalankan tugas mengajarnya tetapi harus mampu dalam
menerapkan pendekatan pembelajaran yang digunakan serta mampu memberikan
kebutuhan siswa bahkan ketika siswa tersebut tidak memintanya. Sehingga seorang
guru dituntut untuk mampu memahami siswa-siswanya dengan penyesuain kelas.
Tantangan besar seorang guru dalam pengelolaan kelas adalah bagaimana mengendalikan
perilaku peserta didik sehingga terlihat secara aktif dalam proses belajar
mengajar, mengkondisikan lingkungan kelas yang positif, sehingga peserta didik
siap mengikuti pembelajaran dengan baik, mendorong mereka bertanggungjawab atas
perilakunya, mengem- bangkan ketrampilan pengelolaan diri terkait dengan
kebiasaan kerja yang baik dan perilaku sosial yang positif.
Dan menurut hemat kami, guru SD Muhammadiyah Sapen ini terdiri dari
tenaga pengajar yang profesional, karena ketika seorang mahasiswa IAID bertanya
kepada kepala sekolah bagaimana caranya menjadi seorang guru di SD Muhammadiyah
Sapen, di sana disebutkan banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi,
diantaranya adalah IPK lebih dari 3,5, micro teaching di depan seluruh dewan
guru, mengajar selama 1 bulan tanpa digajih, mengajar full day, dan masih
banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi. Dan sudah pasti akan menghasilkan guru
profesional dengan seleksi yang begitu ketat untuk menjadi seorang pendidik
disana.
Disamping guru yang profesional dan pengelolaan kelas yang baik, Dalam
mengikuti perubahan jaman maka pendidikan pun dituntut untuk melakukan
perubahan, demikian juga dengan perkembangan kurikulum yang sebelumnya
kurikulum KTSP 2006 sekarang menjadi kurikulum 2013 yang dikenal dengan
pembelajaran tematik dan berpusat pada siswa. SD Muhammadiyah Sapen merupakan
salah satu sekolah unggulan di Kota Yogyakarta, sekolah dengan terakreditasi A
dan dalam pembelajarannya disertai dengan memberikan pendidikan karakter,
selain itu SD Muhammadiyah Sapen juga salah satu sekolah yang dipercaya siap
mengimplementasikan Kurikulum 2013 dimana didalamnya terdapat pendekatan
saintifik berbasis karakter. SD Muhammadiyah Sapen Kota Yogyakarta menggunakan
kurikulum 2013 dalam semua mata pelajaran.
SD Muhammadiyah Sapen selain
telah menerapkan kurikulum 2013 juga merupakan salah satu sekolah yang memiliki
perhatian khusus terhadap pembentukan nilai-nilai pendidikan karakter. Bagi
peserta didiknya sudah lama melaksanakan dan mengembangkan nilai-nilai pendidikan
karakter yang dilakukan dalam bentuk pembiasaan kepada setiap peserta didiknya
dalam kegiatan kesehariannya dengan melibatkan semua komponen warga sekolah,
yang dimulai dari sejak kedatangan siswa hingga kepulangan siswa. Dan memang
benar adanya, bahwasanya ketika kami melakukan kunjungan pada
pukul 07:00 WIB para siswa-siswi disambut oleh seluruh dewan guru dan
membudayakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Penerapan nilai-nilai
pendidikan karakter yang dilaksanakan di SD Muhammadiah Sapen Kota Yogyakarta
ini disesuaikan dengan visi dan misi SD Muhammadiyah Sapen
Kemudian disamping itu, program unggulan Sapen yang paling menarik bagi
kami untuk di pelajari adalah keberhasilannya dalam mengembangkan inovasi
program sekolah berupa pembagian atau pengelompokan kelas. Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui, menggal, dan
menyalurkan minat serta bakat siswanya. Adapun 4 program yang ada di SD Sapen diantaranya
adalah : Program SBI, Program CI MIPA (Cerdas Istimewa Matematika dan IPA),
Program akselerasi, dan Program atau kelas reguler. Dengan melakukan pembagian
tersebut membuat guru dengan mudah menemukan potensi siswa-siswinya. Dan benar
adanya, dengan diberlakukannya program tersebut membuat siswa-siswi SD
Muhammadiyah Sapen ini menjadi lebih terarah dan dapat dengan mudah mengetahui
kelebihan siswanya. Oleh karena itu siswa-siswi SD Muhammadiyah Sapen sering
diikutsertakan dalam berbagai perlombaan dan memenangkan berbagai kejuaraan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan, keberhasilan SD
Muhammadiyah Sapen ini disebabkan oleh 4 faktor utama yakni guru yang profesional,
pengelolaan kelas yang baik, penanaman karakter sedini mungkin, dan penyaluran
minat dan bakat yang tepat. Dan dengan seiring berjalannya waktu akhirnya SD
Muhammadiyah Sapen dapat menjadi salah satu SD yang terkemuka di Yogyakarta dan
menjadi sekolah terfavorit berdasarkan 4 faktor tersebut, tetapi ke 4 faktor itu
tidak akan berhasil jika tidak didasari dengan keikhlasan, begitu ujar kepala
sekolah SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Martinis Yamin dan Maisah. (2009). Manajemen Pembelajaran Kelas.
Jakarta : GP Press.
2.
Suharsimi Arikunto. (1993). Manajemen Pengajaran. Jakarta :
PT. Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar