
Puji syukur kepada Allah SWT yang memberikan nikmat kepada kita semua sampai hari ini. Sekedar berbagi sedikit pengalaman dan cuap-cuap saya saja ya akhi wa ukhti. Saya masuk Institut Agama Islam Darussalam ini tahun 2016, dengan mengambil Fakultas Tarbiyah, jurusan PGMI. Unit Kegiatan Mahasiswa yang saya ikuti adalah Gema, saya juga pernah mengikuti berbagai even di Kampus. Misalnya menyambut Tamu-tamu yang berkunjung ke Pesantren Darussalam, dan mengikuti paduan suara di setiap acara Wisuda. Alhamdulillah, selama saya masih di IAID ini saya mendapat banyak ilmu, baik itu di perkuliahan maupun dalam kegiatan mahasiswa. Juga lebih menerima apa yang Alloh berikan kepada saya, meskipun sebelumnya masuk ke IAID ini atas dasar pilihan orang tua. Tetapi saya bersyukur, orang tua saya tidak salah pilih untuk mengkuliahkan saya di kampus IAID tercinta ini. Salam hangat kepada teman-teman saya di PGMI/4A yang paling rame kalau di kelas, sampai dosen-dosen atau orang yang ada keperluan dengan kelas kami jadi speechless—geleng-geleng kepala. Maafkan kami ya? Justru karena itu saya betah di kelas ini, anak-anaknya bisa cepat akrab dengan orang baru, pokoknya tidak akan jenuh deh kalau di kelas kami. Waktu pertama masuk semester 1, awalnya canggung, malu-malu gimana gitu. Karena kan cuma sedikit yang dikenal di kelas itu, mana hanya sekedar tahu saja lagi, tidak begitu kenal dekat. Malah ada yang hanya tahu wajah saja tidak dengan namanya—haha dasar! Eh, semakin kesini tahu-tahu anak-anaknya malah seperti itu—haha gokil parah! Untuk para dosennya juga ramah-ramah ko, materi yang diajarkannya juga bisa saya mengerti, tetapi juga ada yang kurang dimengerti. Tidak tahu kurang konsentrasi atau apa kalau itu, peace. Mungkin saya sedang mumet atau banyak pikiran, atau ngantuk? Hah, jangan ditiru yah readers! Walaupun kadang ada sedikit perbedaan, pendapat itu sudah bukan jadi masalah lagi. Kan memang setiap orang punya pemikiran yang berbeda, apalagi ini sekelasnya ada 36 kepala. Coba saja bayangkan itu? Pasti pemikirannya beda-beda kan? Jelas! Akan tetapi meskipun pernah terjadi perbedaan pendapat itu, bukan berarti kami jadi tidak kompak lagi ko. Dan juga marahnya tidak pernah lama-lama, kan kalau marahan lebih dari tiga hari dosa, temenya setan, masuk neraka, hih—naudzubillah. Dan doa saya untuk kelas PGMI/4A ssemoga kita akan lulus/wisuda sama-sama, sukses sama-sama, dan kalau sudah sukses jangan lupakan saya ya? Hehe Terima kasih yang sudah membaca cerita yang begini, duh jadi terhura—terharu maksudnya elah typo. Kalau ada yang mau baca cerita saya lagi boleh ko, banget, request saja. Eh, tapi emang ada? Hhh. Oke papay.... Wassalamu’alaikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar